Debit Air Puluhan Waduk Utama Menyusut Akibat Kemarau


Dari 75 waduk besar yang dipantau, enam di antaranya dalam kondisi kering

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Debit air di 10 waduk dari 16 waduk utama berada di bawah batas rata-rata akibat musim kemarau. Meski menyusut, waduk masih bisa dioperasikan.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Sup rayogi mengatakan, waduk-waduk tersebut mayoritas terdapat di Pulau Jawa. Kendati begitu, Hari tak menyebutkan waduk mana saja yang debit airnya berada di bawah rata-rata.

“Ketinggian air minimal 50 meter dalam rencana operasi. Sekarang di bawah 50 meter,” kata Hari kepada Republika.co.id, Rabu (3/7).

Meski ada 10 waduk yang debit air nya di bawah rata-rata, Hari memastikan kondisinya masih tergolong normal. Waduk masih bisa dioperasikan sehingga distribusi air dari waduk ke permukiman sekitar masih dapat dilakukan. Sementara itu, debit air enam waduk utama lainnya, berdasarkan laporan terakhir, masih di atas rata-rata rencana operasional.

Indonesia memiliki 231 waduk.

Selain 16 waduk utama, terdapat pula 75 waduk besar lainnya yang tengah dipantau ketat oleh Kementerian PUPR. Dari 75 waduk itu, 14 waduk dalam kondisi normal, 55 di bawah batas rata-rata, dan enam waduk dalam kondisi kering.

“Namun, enam waduk yang kering itu skalanya tidak begitu besar dalam mengairi sekitarnya,” kata Hari.

Dia menjelaskan, satu-satunya cara untuk mengoptimalkan fungsi waduk adalah menunggu turunnya hujan. Sebab, ujar dia, fungsi waduk hanya sebagai penampung air hujan dan mendistribusikannya ke area permukiman ataupun persawahan.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, musim kemarau membuat volume air di Situ Gede, Kota Tasikmalaya, mulai menyusut. Air di Situ Gede tampak mengering hingga sebagian dasar di pinggir waduk itu terlihat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Tasikmalaya Sandi Lesmana mengatakan, penyusutan terjadi sejak dua bulan terakhir. Bahkan, air dari Sungai Cibanjaran yang merupakan sumber utama air di Situ Gede tak lagi mengalir.

“Debit yang masuk dari hulu sudah nol. Tapi ada resapan dari air tanah,” kata dia kepada Republika.co.id, kemarin.

Air Situ Gede berfungsi untuk mengairi lahan sawah sekitar 230 hektare di Kota Tasikmalaya. Dengan menyusutnya air, ratusan hektare lahan sawah tersebut terancam kekeringan. Untuk sementara, sawah-sawah yang bergantung pada Situ Gede masih dapat pasokan air dari resapan tanah. Namun, potensi kekeringan tetap tinggi.

Koordinator Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya Tata Supriyatna mengatakan, menyusutnya air di Situ Gede sangat memengaruhi kondisi irigasi lahan pertanian di Kota Tasikmalaya, khususnya Kecamatan Kawalu dan Kecamatan Mangkubumi. Pasalnya, Situ Gede merupakan waduk terbesar yang berada di Kota Tasikmalaya.

Meski begitu, menurut dia, kekeringan yang terjadi saat ini belum terlalu berpotensi menyebabkan gagal panen. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, ada 169 hektare lahan sawah yang terancam kekeringan.

“Namun, itu belum puso (gagal panen), masih bisa diatasi. Kalau petani bisa mengusahakan pengairan atau sedot air, masih memungkinkan,” kata dia.

Di Jawa Tengah, terdapat sejumlah waduk yang debit airnya berada di bawah rencana operasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun melibatkan aparat TNI-Polri untuk melakukan pengawasan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah Eko Yunianto mengatakan, ada 41 bendungan/waduk besar ataupun kecil yang sedang diawasi. Saat ini, kata dia, ada 21 waduk besar dan waduk kecil yang volume airnya berada di bawah rencana operasional akibat musim kemarau.

Ia menjelaskan, waduk kategori besar adalah waduk yang volume tampungnya lebih besar dari 10 juta meter kubik, sedangkan waduk kecil bervolume tampung kurang dari 10 juta meter kubik. “Ada enam waduk besar yang volume airnya di bawah ren cana,” kata dia.

Enam waduk tersebut, antara lain, Waduk Cacaban, Rawapening, Kedungombo, dan Sempor. Sedangkan, waduk kecil yang volume airnya berada di bawah rencana sebanyak 15 waduk.

Dia menegaskan, selain 21 waduk tersebut, kondisi persediaan air baku di waduk lainnya masih cukup aman. Sebab, volume tampung masih sesuai dengan rencana. Bahkan, ada juga waduk yang volume air bakunya masih di atas rencana operasional.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *