Ini Lagu Sunset Di Tanah Anarki Yang di Cover Via Valen. Ini Kata JRX SID

Kenapa Hanya Serang Via Vallen, Ini Kata Jerinx Superman is Dead

Via Vallen heran mendapat teguran dari Jerinx. Teguran itu bermula setelah Via Vallen membawakan ulang lagu Sunset Di Tanah Anarki. Jerinx menganggap Via Vallen melakukan pelangaran hak cipta karena mencover tanpa seizinnya.

Via Vallen sontak bingung dan mempertanyakan mengapa hanya dirinya yang mendapat kritikan itu. Sementara menurut Via, ada banyak pedangdut yang juga menyanyikan lagu tersebut.

Lantaran banyak netizen yang ikut mempertanyakan hal ini, drummer band Superman Is Dead itu pun akhirnya memberikan jawaban. Jerinx merasa jika Via Vallen adalah penyanyi yang paling terkenal di genre dangdut koplo. Ia merasa nantinya imbas dari permasalahan ini akan lebih besar untuk menyadarkan penyanyi lain.


“Kenapa saya cuma serang satu penyanyi? Karena utk tipe penyanyi genre tersebut, dia yg paling terkenal. Dan imbasnya bakalan besar untuk menyadarkan penyanyi lain yg -baik sengaja/tidak- cari makan dengan cara merusak ruh lagu orang lain,” tulis Jerinx di keterangan fotonya yang diunggah, Senin (12/11).

Menurut Jerinx, kritikannya itu dilakukannya bukanlah untuk ketenaran dan materi. Ia mengatakan band yang digawanginya tidak membutuhkan lebih banyak ketenaran. Ia mengangkat isu tersebut karena tidak ingin lagu baru yang mereka rilis akan bernasib sama dengan Sunset Di Tanah Anarki atau SDTA.

“Sama seperti bagaimana dulu hanya SID yg dilarang manggung oleh penguasa karena kami menolak reklamasi Teluk Benoa, sementara band-band lain yg ikut menolak job nya lancar lancar saja. Saya tak butuh lebih banyak ketenaran, SID sudah punya market yg setia sejak lama. Saya angkat isu ini sekarang karena kami baru rilis album dan tak mau lagu-lagu baru kami diperlakukan seperti SDTA,” sambungnya.

“Saya juga tak lakukan ini untuk materi. Pihak istana ingin membeli lagu saya saja saya tolak. Kami bukan pela**r. Silakan google. Saya hanya inginkan kesadaran. Jika tak paham akan lirik/esensi lagu SID, tolong jangan dirusak. Dan jika paham, lakukanlah dengan kesadaran dan itikad baik; untuk sesama, sejarah, masa depan, serta bumi pertiwi. Terima kasih, JRX,” tutup Jerinx. (tabloidbintang.com) (Sumber)

Bukan Via Vallen Saja yang Diingatkan Jerinx SID terkait Lagu-lagu SID

Pemain drum dan pencipta lagu band punk rock Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astina (41) atau Jerinx menegur penyanyi dangdut Via Vallen, yang tanpa izin membawakan lagu “Sunset di Tanah Anarki” (SDTA).

Namun, Jerinx juga sekaligus mengingatkan artis-artis musik lain mengenai penggunaan lagu-lagu SID. Apalagi, SID baru mengeluarkan album Tiga Perompak Senja pada 9 November 2018.

Hal itu diungkapkan oleh Jerinx melalui akun Instagram-nya, @jrxsid, yang dikutip oleh Kompas.com, Minggu (11/11/2018).

“Mungkin banyak pertanyaan: Kenapa baru sekarang saya sentil VV? Simpel. Karena album SID yg baru saja rilis ini penuh akan lagu potensial yg sangat mungkin dijadikan versi dangdut/koplo nya,” tulis Jerinx.

“Dan jika kami diamkan, bisa jadi VV, atau penyanyi semacam dia akan melakukannya lagi; memperkaya diri memakai karya orang lain sekaligus membunuh ruh dari karya tersebut,” sambungnya.

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Penyanyi dangdut Via Vallen ditemui di Studio Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (12/10/2018).KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG 

Jerinx “SID” mengaku bahwa awalnya ia dan kawan-kawannya tidak memasalahkan Via membawakan lagu tersebut tanpa izin dari SID. Namun, amarah Jerinx timbul karena, menurut ia, Via tidak berkontribusi apapun terkait misi perjuangan lingkungan alam dan sosial yang ada dalam lagu “Sunset di Tanah Anarki”.

Menurut Jerinx, dengan keberhasilan yang telah diraih oleh Via, seharusnya pelantun lagu “Sayang” itu bisa mengimbau para penggemarnya untuk melakukan gerakan-gerakan yang tersurat dalam lagu tersebut.

“OK 2013, lagu Sunset di Tanah Anarki kami ikhlaskan, mindset kami saat itu cukup naif; anggap saja membantu struggling musician. Sampai dia bikin DVD segala, dikomersilkan, rapopo,” tulis Jerinx pula.

“Nah, kekesalan ini muncul setelah melihat transformasi seorang VV. Di mana posisinya saat ini, VV harusnya sudah belajar jadi manusia, jangan bisanya hanya mengambil saja. Selama ini nyanyi SDTA ribuan kali, lirik lagu kami ga ada artinya bagi dia?,” ujar Jerinx.

“Setelah sukses, apa yg kamu bisa lakukan utk mengapresiasi karya yg membawamu ke tempat yg lebih baik? Dengan followers berjuta, minimal berkontribusilah utk gerakan melawan lupa, atau pelurusan sejarah 65, perjuangan Kendeng, dll, ada banyak sekali hal yg bisa VV lakukan tanpa harus keluar duit,” sambungnya.

Bagi Jerinx “SID”, lagu tersebut memiliki makna yang lebih dalam. Ia merasa Via merendahkan makna lagu itu demi popularitas.

“SID sudah pasti akan bangga jika VV, atau siapapun yg hidup dari karya SID, manfaatkan fame nya utk cinta yg lebih besar. Bukan hanya tuk perkaya diri dan keluarganya. Ini yg membuat saya marah. Selama ini nyanyi SDTA apa ya yg ada di dalam kepalanya? Lagu ini pesannya besar, sungguh humanis, pun disampaikan dengan lirik dan video klip yg sangat literal,” tulis Jerinx pula.

“Wajar saya merasa mereka dengan sadar merendahkan substansi lagu ini atas nama popularitas semata. Itu sangat manipulatif dan menjijikkan,” tambahnya.

Meski demikian, Jerinx “SID” tidak menuntut kerugian apa pun. Ia berharap Via Vallen bisa lebih berhati-hati ketika menggunakan karya-karya mereka.

“Saya ga akan nuntut nominal apapun dari VV atau penyanyi lain yg pernah/masih hidup atas karya SID. Hanya berharap kalian lebih bijak ketika berurusan dengan musik kami. SID bukan cuma band. Kami lebih besar dari hiburan. Uang, fame, rupa, bukanlah segalanya, ada hal yg lebih tinggi bernama INTEGRITAS,” imbuhnya. (Kompas.com) (Sumber)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *