Mustofa Nahra Ditangkap, PSI Harap Hoax dan Provokasi Berkurang : Okezone News


JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi penahanan yang dilakukan pada anggota BPN Prabowo-Sandiaga, Mustofa Nahrawardaya, dan berharap tindakan ini dapat mengurangi penyebaran hoax dan provokasi melalui media sosial. Demikian disampaikan juru bicara PSI, Sigit Widodo, di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Mustofa dicokok polisi di rumahnya di Kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, pada Minggu (26/5/2019) pagi. Caleg DPR-RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana kebencian berdasarkan SARA dan penyebaran berita bohong melalui Twitter.

Sigit mengatakan, Mustofa memang kerap mengeluarkan cuitan-cuitan kontroversial. “Sejak kerusuhan 21-22 Mei lalu hingga sekitar satu jam sebelum ditahan, akun Twitter milik Mustofa terus-menerus mencuit provokasi yang menyudutkan aparat keamanan,” kata Sigit.

Masih menurut Sigit, pada 24 Mei akun @AkunTofa milik Mustofa, mencuit tentang tewasnya Harun akibat disiksa oleh oknum polisi. Dalam cuitan itu, Mustofa menampilkan foto polisi tengah menangkap seseorang dengan foto jenazah Harun diletakkan di sudut kiri foto.

“Ketika diketahui foto polisi tersebut bukan penangkapan Harun, Mustofa kemudian menghapus cuitannya. Namun jejak digitalnya sudah menyebar dan mudah ditemukan,” jelas Sigit.

Mustofa

Baca Juga: Gugat Hasil Pilpres, BPN Prabowo-Sandi Jalankan Skenario Damai

Sehari sebelumnya, Mustofa juga melalukan provokasi dengan menyebarkan video seorang anak tengah mengata-ngatai tokoh-tokoh pendukung Prabowo-Sandi.

“Mustofa kemudian menampilkan screenshot kaos seragam olahraga si anak dan mempertanyakan lambing salib yang ada di kaos itu,” ungkap Sigit.

Para pengikut Mustofa merespon dengan menyebut kaos tersebut adalah seragam Sekolah Katolik Ricci II di Bintaro. Utas cuitan Mustofa itu kemudian banyak ditimpali jawaban-jawaban yang bernada SARA dan mengancam keselamatan anak tersebut dan sekolah Ricci.

“Meski Mustofa cukup berhati-hati dengan tidak menggunakan kalimat-kalimat ajakan langsung, namun cuitannya jelas diarahkan untuk mengajak follower-nya melakukan persekusi pada si anak dengan menggunakan isu SARA,” kata Sigit.

Akibat posting Mustofa itu, sekolah Ricci II menghentikan aktivitas belajar-mengajarnya selama dua hari pada 24-25 Mei 2019.

Kegeraman warganet pada Mustofa melahirkan tagar #TangkapMustofaNahra yang sempat menjadi trending topic pada 25 Mei 2019. “Saat berita penahanan Mustofa diketahui publik, banyak warganet yang menyatakan bersyukur dan berterima kasih pada polisi yang bertindak tegas dan cepat,” kata Sigit.

PSI berharap, penanahanan Mustofa dapat menjadi pelajaran untuk semua pihak untuk tidak melakukan provokasi dan menyebarkan berita bohong di media sosial.

“Sejak lama kami selalu mengajak kepada semua pihak, terutama kepada para politisi, untuk tidak melakukan provokasi di media massa. Semoga penahanan Mustofa bisa menjadi shock therapy dan membuat media sosial di Indonesia lebih sejuk menjelang Lebaran,” ujar Sigit.

(edi)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *